Madura,harianmataberita.com - Upaya pemerintah mengatur hilirisasi BBM agar tepat sasaran pemerintah akan terus memantau BBM agar masyarakat yang tidak mampu bisa merasakan.
Kali ini sistem pembelian BBM memakai barcode dan rekomendasi baik solar maupun pertalite, agar sesuai dan tepat sasaran.
Namun tujuan dan harapan pemerintah banyak yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab seperti oknum SPBU 54.691.3 Daerah kwanyar madura bangkalan.
Diduga kuat para oknum melakukan praktik praktik berjumlah besar yang dilakukan oleh oknum SPBU 54.691.13 yang di isi langsung operator SPBU yang nakal,ia melakukan pengisian dengan santai dan meloloskan dengan mobil Suzuki carry,pic up dan atau memakai sepeda motor, Sabtu tanggal 22-3-2025.
Ketika dikonfirmasi ke pihak meneger SPBU kwanyar, terkait pengisian BBM dengan memakai jerigen 30 liter, meneger enggan menjawab. Hingga pemberitaan ini kami publikasikan masih belum menjawab.
Diduga kuat SPBU tersebut memberikan atensi terhadap oknum polsek kwanyar.
Saat awak media konfirmasi ke pihak pegawai SPBU di arahkan ke polsek kwanyar, kami semakin kuat bahwa oknum polsek mendapatkan sedikit dana dari oknum SPBU.
Awak media mencoba menghubungi pihak polres (humas),Senin (24-3-25) masih juga belum menjawab whatsapp awak media. Apa karna merasa benci, ataukah tak peduli dengan awak media dari harianmataberita.com.
"Kami sebagai insan pers kecewa dengan humas karna kurang respon terhadap awak media yang mau kordinasi dan konfirmasi ke pihak terkait.
Semoga adanya perubahan pemberitaan ini kapolsek kwanyar bisa mendapat manfaat yang baik dan semoga jabatannya naik. (YS)